Penggunaan insektisida untuk memberantas nyamuk merupakan bentuk pengendalian vektor lewat jalur kimia. Dua hal terbesar yang menjadi pertimbangan berkaitan dengan penggunaan bahan kimia ini yaitu adanya kecenderungan resistensi vektor dan dampak kesehatan yang bisa ditimbulkan. Kedua hal ini merupakan masalah yang cukup besar sehingga diperlukan alternatif pemecahan.
Penelitian ini menurut saya sangat tepat dilakukan untuk menjawab permasalahan resistensi di atas. Penelitian ini menggambarkan efektifitas penggunaan insektisida dari golongan pyrethroid (Alphacypermethrin, cypermethrin, dan lambdacyhalothrin), membandingkan efektifitas penggunaan ketiganya kemudian membandingkannya dengan efektifitas penggunaan malathion dari golongan organofosfat yang umum digunakan.
Dari hasil yang diperoleh, diketahui bahwa Untuk pengendalian vektor demam berdarah dengue Ae. aegypti, efektivitas insektisida berbahan aktif alphacypermethrin dan cypermethrin lebih baik dibanding dengan yang berbahan aktif lambdacyhalothrin dan hasilnya setara dengan malathion. Dari data ini bisa diperoleh kesimpulan sementara bahwa insektisida berbahan aktif alphacypermethrin dan cypermethrin bisa digunakan sebagai insektisida pengendali vektor nyamuk yang potensial selain malathion. Ini merupakan antisipasi bila nyamuk telah resisten terhadap malathion mengingat malathion sangat umum digunakan. Seperti contoh di Kota Makassar. Memang belum ada resistensi terhadap insektisida malathion, namun telah Nampak adanya kerentanan menurun (cenderungan akan resisten) pada wilayah yang sering terpapar yaitu Maricaya (Hasanuddin Ishak, Zrimurti Mappau dan Isra Wahid : Uji Kerentanan Aedes aegypti Terhadap Malathion dan Efektivitas Tiga Jenis Insektisida, propoksur komersial di Kota Makassar).
Dari sisi kesehatan, insektisida golongan pyrethroid termasuk alphacypermethrin, cypermethrin, dan lambdacyhalothrin sintetik memiliki keunggulan yaitu pada penggunaan yang cukup lama tidak perlu dilakukan pemeriksaan kadar cholinesterase dalam darah operatornya. Hal ini diakibatkan oleh efek timbulnya cholinesterase oleh golongan pyrethroid yang cukup rendah. Ini merupakan kelebihan golongan pyrethroid dibandingkan dengan golongan organofosfat (malathion)
Hasil perbandingan efektifitas penelitian yang digambarkan dalam grafik serta kelebihan dari sisi kesehatan (rendahnya efek cholinesterase) yang dimiliki golongan pyrethroid menjadikan golongan pyrethroid potensial untuk digunakan sebagai bahan pengendali nyamuk lain di samping malathion. Tentu saja jenis dari hasil penelitian ini jenis yang dipilih yaitu alphacypermethrin dan cypermethrin karena dua jenis inilah yang kemampuannya membunuh nyamuk mendekati atau boleh dikatakan setara dengan kemampuan malathion seperti yang dibahasakan oleh peneliti.
Kesimpulan ini merupakan kesimpulan sementara yang tetap perlu dibuktikan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut terutama mengenai sisi kesehatan penggunaan golongan pyrethroid, dalam hal ini adalah alphacypermethrin dan cypermethrin. Juga diperlukan penelitian mengenai insektisida golongan lain untuk mencari kemungkinan adanya golongan yang lebih potensial dibandingkan keduanya. Dari hasil penelitian itulah yang nantinya menentukan layak tidaknya kedua jenis pyrethroid tersebut dijadikan insektisida andalan baru setingkat malathion.
Rabu, 03 Desember 2008
in my mind, INSEKTISIDA........
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar